Rabu, 20 Mei 2009

tanaman kalian

PENGARUH PERTUMBUHAN TANAMAN KAILAN

DI TANAH GAMBUT

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kailan merupakan salah satu jenis sayuran yang populer di Indonesia. Kailan mempunyai rasa yang enak dan renyah, kailan juga merupakan sumer makanan sumber makanan yang bergizi banyak mengandung vitamin dan mineral. Kailan yang segar mengandung air, protein, lemak, kalsium dan vitamin A. (Tyndall, 1986:70).

Kailan manfaat bagi kesehatan manusia karena dapat membantu pencernaan, menetralkan zat asam dan mencegah penyakit sariawan. (Arif, 1990:82).

Permintaan pasar untuk ekspor kailan cukup besar yakni 72 ton pertahun sementara Riau hanya mampu menyediakan 25 ton pertahun. Rendahnya produk kailan disebabkan oleh beberapa hambatan antara lain kurangnya penerapan panca usaha tani yakni penggunaan varietas unggul, pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit.

Karena ketersediaan tanah yang subur dan potensial untuk pertanian sekarang semakin berkurang akibat dari alih fungsilahan sehingga penggunaan tanah alluvial menjadi alternatif untuk digunakan tanah alluvial/gambut merupakan tanah yang terbentuk dari endapan baru yang ketebalannya berbeda-beda, kandungan bahan organik beragam sesuai dengan bahan endapan sehingga tingkat kesuburannyapun akan ditentukan oleh bahan endapan yang membentuknya.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

  1. Bagaimana proses pertumbuhan tanaman kailan di tanah gambut.
  2. Bagaimana tingkat kesuburan tanaman kailan

C. Tujuan

Sesuai dengan permasalahan diatas, tujuan yang dicapai dalam pencetusan ini adalah:

  1. Untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan tanaman kailan ditanah gambut.
  2. mendeskripsikan pengaruh pertumbuhan tanaman kalian di tanah gambut.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut:

  1. Bagi petani, penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk bercocok tanam.
  2. Bagi tenaga penyuluh, penelitian ini dapat dijadikan bahan dan memberikan penyuluhan kepada para petani.
  3. Bagi peneliti, penelitian ini dapat dijadikan kajian awal untuk melakukan penelitian lanjutan.

BAB II

LANDASAN TEORI

Kalian bahasa latin (Brassica al boglabra) berasal dari Negeri Cina, dan mulai dikenal diindonesia pada abad ke 17, sistem matika botani tanaman kailan termasuk dalam dinisio: supermatophyta Sub Divisio: Anglosperemae, kelas dicotyledoneae, ordo:Rhodales, famili: Cruciferae, genus: Brassica, dan spesies Brassica al boglabra (anonimous, 2002: 25)

Kailan mempunyai daun berbentuk bulat, bewarna hijau kebiru-biruan, batang bulat, sedikit agak luas dibandingkan sawi lain, setiap batang mempunyai tangkal, daun dan helaian daun, kalian dapat menghasilkan bung namun bunga ini tidak dapat dimakan seperti kol. Bunga kalian tumbuh pada ujung batang utama, tetapi diatas pangkal daun dan bunganya bewarna putih.

Menurut Tyndall (1986:79) kailan merupakan sayuran yang mempunyai nilai gizi yang cukup, baik untuk dikonsumsi sehari-hari. Kailan dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang gembur dan kaya akan bahan organik. Kailan dapat tumbuh pada dataran rendah.

Tanah alluvial adalah jenis tanah yang sering dijumpai didataran rendah disepanjang aliran sungai, rawa, air tawar, dan sepanjang lembah-lembah aliran sungai dipegunungan.

Ciri tanah alluvial yaitu bagian terbesar bahan kasur akan diendapkan tidak jauh dari sumbernya.

Tanah alluvial merupakan tumpukan bahan organik yang berasal dari sisa-sisa tanaman yang sudah lapuk lama dan selalu tergenang (rawa) (Muktamar, 1993: 18) tanah ini mengandung bahan organik.

Menurut Soegiman (1982: 25) bentuk fisik tanah gambut adalah bewarna coklat hitam atau sangat hitam, sangat ringan kalau kering dan daya serap air tinggi.

BAB III

METODE PENELITIAN

Penenlitian ini dengan menggunakan metode eksperimen dengan cara setiap percobaan terdiri dari 4 tanaman kailan dan di tanam pada tanah gambut.

Sistematika Penelitian

Penulis membagi penyusunan karya ilmiah ini dalam beberapa bab dengan urutan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Perumusan Masalah

1.3 Tujuan

1.4 Manfaat Penelitian

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

1.1 Proses Pertumbuhan Tanaman Kailan di tanah Gambut

1.2 Tingkat Kesuburan Tanaman

BAB V PEMBAHASAN

BAB VI PENUTUP

1.1 Kesimpulan

1.2 Saran

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Proses Pertumbuhan Tanaman Kailan di tanah Gambut.

Sebelum kailan ditanam terlebih dahulu dilakukan persemaian yang dapat dilakukan dalam bak kecambah yang telah diisi tanah alluvial, sebelum disemai terlebih dahulu benih kailan direndam dengan air selama 15 menit, supaya benih cepat berkecambah. Setelah itu baru benih baru dapat disebar kemudian ditutup tanah. Setelah itu dilakukan penyiraman agar kelembaban tanah terjaga.

Setelah bibit kailan berusia 15 hari setelah semai dilakukan penanaman dengan cara dipindahkan bibit kailan ke polybag. Bibit dipilih dengan kriteria batang tumbuh tegak lurus, daun hijau segar, tidak terserang penyakit dan serangga.

Kemudian menanam kailan ini dilakukan pada sore hari karena sinar matahari tidak terlalu terik sehingga kemungkinan layu bibit dapat diatasi.

B. Tingkat Kesuburan tanaman

Setelah dilakukan pengamatan tingkat kesuburan taaman kailan semakin bagus

Untuk menjaga kesuburan tanaman kailan lebih dahulu harus dilakukan pemupukan, yang mana pemupukan dasar dilakuakan sehari sebelum bibit di tanam kedalam polybag, yaitu pupuk Urea, TSP dan KCL. Setelah diberi pupuk, penyiramanpun dilakukan sore hari. Penyiraman tidak dilakuakan pada hari hujan, penyiraman diberikan secukupnya untuk tamanan kailan.

Pengendalian hama dilakukan secara manual yaitu membunuh dan membuang hama yang menyerang daun tanaman kalian, setelah pembersihan hama dan gulma, pemanenan dapat dilakukan setelah tanaman berumur 35 hari setelah tanam dengan kriteria panen daun berukuran lebih kecil muai muncul pada bagian atas tanaman daun bagian bawah mulai menguning.

BAB V

PEMBAHASAN

Setelah dilakuakn pengamatan terhadap tanaman kailan ini pada umumnya dapat tumbuh baik pada tanah yang banyak mengandung humus dan subur contohnya seperti tanah gambut. Tanah ini memiliki banyak humus.

Pemakaian tanah gambut untuk menanam sayuran kalian telah membuktikan bahwa mampu memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman terutama membentukan butir hijau daun. Tanaman menjadi tumbuh dengan besar dan pada dasarnya tanaman kailan ini sangat digemari oleh banyak konsumen.

BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan

Ternyata menanam tanaman sayuran kailan pada tanah gambut ada pengaruhnya.

B. Saran

Perlu dilakukan penelitian lapangan tentang penggunaan tanah gambut untuk menanam tanaman kailan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonimous, 2002. Laporan Tahunan, Food Bex, Indonesia, pekanbaru

Arif, A. 1990. HORTIKULTURA. Andi Ofset, Jakarta

Muktmar, 2. 1993. Studi Potensi Lahan Gambut di Propinsi Bengkulu untuk Tanaman Semusin. Prosiding Seminar Nasional Gambut. HGI. Jakarta

Soegiman, 1982. Ilmu Tanah. Bharata Karya Aksara. Jakarta.

Tindal, 1983. Comercial Vegetable Crop . tata MC. Publishing Company. Ltd. New