Selasa, 01 Desember 2009

Iran

Iran memiliki andil besar dalam penyebaran Islam dan pengembangan budaya Islam. Perluasan wilayah Islam seperti ke Asia Tengah, India, Afghanistan, dan Cina bergantung pada peran bangsa Iran. Salah satu negara terbesar di Teiuk Persia adalah Iran. Negara republik ini merupakan negara teokrasi terbesar di dunia dan pusat utama Islam Syiah. Di masa silam, Iran yang lebih dikenal dengan nama Persia menjadi saksi sejarah jatuh bangunnya sejumlah peradaban besar, seperti Medes, Persia, dan Yunani. Pada abad ke-7, negeri ini dimasuki bangsa Arab yang memperkenalkan Islam. Di masa Safawi, Islam Iran menjadi Syiah yang berlangsung hingga saat ini. Pada 1908, ladang minyak ditemukan di Iran dan membuat negara itu lalu berkembang pesat. Di sana mulai tumbuh perusahaan minyak internasional yang mempengaruhi kehidupan rakyat Iran menjadi negara modern. Pada 1979, terjadi revolusi Islam di Iran yang menggulingkan pimpinan Iran, Syah Mohammad Reza Pahlevi, dari kekuasaannya. Revolusi ini digerakkan oleh Islam Syiah di bawah pimpinan Ayatullah Khomeini.

SEJARAH BANGSA IRAN

Bangsa Iran adalah keturunan bangsa Arya. Para ahli sejarah memperkirakan bahwa sejak tahun 2000 SM, suku Fars, sebuah suku dari bangsa Arya yang merupakan ras Indo-Eropa, telah menetap di selatan Iran. Kemudian pada 1000 SM, datang pula suku Media (Medes), juga beiasal dari bangsa Arya, menetap di wiayah utara Iran, dan mulai mendirikan kekaisaran. Kini di Iran terdapat dari 65 juta penduduk. Rakyat Iran dari bermacam etnis, seperti Persia merupakan mayoritas, Azeri, Gilaki, Mazandarani, Kurdi, Arab, Lur, Baloch, dan Turkmenia.

Islam masuk ke wilayah Iran, yang saat itu masih merupakan Kekaisaran Persia, meialui Perang Qadisiyyah, pada tahun 637. Kaum muslim waktu itu dipimpin oleh Khalifah Umar bin Khattab. Kemudian pada 641, kaum muslim berhasil menaklukkan seluruh Kekaisaran Persia meialui Perang Nihawan, dan mengislamkan seluruh penduduknya. Pada masa Dinasti Abbasiyah, seluruh wilayah Persia juga masuk ke dalam kekuasaannya. Namun sejak 820, muncul dinasti-dinasti kecil maupun besar di wilayah Persia yang bergantian menguasai wilayah itu, seperti Dinasti Samanid, Gaznawi, dan Seljuk.

AGAMA DAN BAHASA

Sebagian besar kaum muslim Iran menganut Islam Syiah. Persentase kaum muslim Syiah sangat besar dan dominan di negara tersebut (89%).Adapun sisanya merupakan penganut Islam Suni yang berjumlah 10% dari total penduduk Iran, dan lainnya (1%) adalah pemeluk agama Yahudi, Zoroaster, Kristen, dan Baha'i. Bahasa resmi Iran adalah bahasa Persia yang digunakan oleh 58% rakyat Iran. Bahasa lain yang dipakai untuk berkomunikasi antara lain bahasa Turki, bahasa Kurdi, Luri, Balochi, dan Arab.

ANDIL BAGI ISLAM

Iran memiliki andil besar dalam penyebaran Islam dan pengembangan budaya Islam. Perluasan wilayah Islam seperti ke Asia Tengah, India, Afghanistan, dan Cina bergantung pada peran bangsa Iran. Hal ini dimungkinkan karena letak Iran yang sangat strategis sebagai gerbang ke belahan dunia Timur. Di bidang kebudayaan Islam, bangsa Iran yang telah mengenal peradaban sebelum bangsa Arab mengenalnya, juga berpengaruh besar. Cendekiawan-cendekiawan Iran cepat beradaptasi dan ikut serta dalam kelompok elite pada masa Abbasiyah. Bahasa Persia juga menjadi bahasa Islam kedua setelah bahasa Arab.

KOTA-KOTA BERSEJARAH DI IRAN

TEHERAN

Teheran merupakan ibu kota Iran. Kota ini juga tidak kalah menariknya dari kota-kota bersejarah di Iran lainnya. Teheran baru dibangun pada abad ke-18 saat pemerintahan Dinasti Qajar. Karena sejak semula merupakan ibu kota Iran, perkembangan kota Teheran, terutama pada masa Dinasti Pahlevi, sangat pesat sehingga saat ini telah menjadi salah satu kota terbesar di Asia.

MASYHAD

Ada beberapa tempat di Iran yang selalu ramai dikunjungi para peziarah, baik dari Iran sendiri maupun negara lain. Salah satunya adalah kota Masyhad, ibu kota Propinsi Khurasan. Di Masyhad terdapat makam AH ar-Rida (Imam Reza), imam ke-8 dalam akidah Syiah Dua Belas Imam. Di sekitar makam tersebut terdapat Masjid Imam Reza yang luas dan indah dengan arsitektur Islam yang bernilai tinggi.

QUM

Salah satu pusat Syiah terkenal di Iran adalah kota Qum. Kota ini merupakan sebuah kota tua dan telah menjadi pusat Syiah sejak dulu, bahkan sekarang menjadi pusat Syiah terbesar di dunia. Di Qum terdapat puluhan lembaga pendidikan agama dan pusat studi Islam yang dikelola oleh tokoh-tokoh agama Iran. Sebagai pusat pendidikan agama, Qum menghasilkan sejumlah tokohbesar antara lain Ayatollah Khameini, Mutahhari, Taba’taba’i. Ali Khameini, dan Rafsanjani

ISFAHAN

Isfahan merupakan salah satu kota penting di Iran. Di kota ini terdapat banyak peninggalan kejayaan Islam, terutama dari masa Dinasti Safawi. Ada sejumlah bangunan bersejarah di Isfahan, seperti Masjid Syah (Masjid Imam), Masjid Syekh Lutfullah, Istana Cehil Sutun, dan Jembatan Khaju. Karena kecantikan kota ini, maka orang Iran sering menyebutnya dengan ungkapan Isfahan nisfejahan, yang berarti "kota separuh dunia".

Menapaki Sejarah Islam di Iran

Pohon-pohon platenau tumbuh di saluran air bersih, jernih dan dingin yang mengalir dari salju abadi di Alborz.

Mendengar Iran, yang terbayang adalah keindahan sebuah negara dengan iklim subtropis lengkap dengan keramahan penduduk dan bangunan sejarah bukti gemilangnya Islam pada abad pertengahan (9-18 Masehi). Namun, ketika tiba di sana, yang terlihat lebih dari itu. Kami mendapati gadis-gadis cantik dengan nasionalisme yang cukup tinggi. Mereka selalu berkata, kami bangga sebagai Persia.


Kunjungan rombongan kami terdiri dari beberapa pengelola biro perjalanan dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam (hasil kerja sama Iran Air, Iran Doostan Tour, PT Apex, serta Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia) dimulai dari Tehran, ibukota Iran. Kota ini sepintas adalah kota lama. Tower komunikasi mirip menara Kuala Lumpur menyambut kami. Karena kunjungan dilakukan pada musim panas, maka di sepanjang perjalanan, kami menyaksikan sebuah gunung besar kemerahan mengepung Tehran. Itulah Gunung Alborz.


Selama delapan bulan dalam satu tahun, pengunjung dapat berski es di Alborz. Jalan-jalan di Iran adalah jalan yang rindang dengan pohon platenau (mirip pohon maple) di kiri dan kanan jalan. Uniknya, pohon bertubuh tinggi menjulang dan berdaun rindang itu berdiri kokoh di atas saluran air dingin yang jernih dan lancar mengalir.


Istana Pahlevi vs rumah Imam Khomeini

Tujuan pertama kami adalah Museum Istana Pahlevi. Ini adalah saksi kemegahan gaya hidup klan Pahlevi ketika memimpin Persia yang diganti namanya menjadi Iran. Dinasti Reza Shah sempat memimpin Iran pada 1925-1979 dimulai dari Reza Shah (1925-1941) dan kemudian Mohammad Reza yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama Reza Pahlevi (1941-1979). Reza Shah mengangkat dirinya sendiri sebagai shah setelah kudeta terhadap dinasti Qajar.

 

Sebelum menuju Istana Pahlevi, kami melewati kawasan elit rumah keluarga kerajaan yang kini kosong. Lokasi permukiman elit ini disebut Saffroniyeh. Rumah-rumah megah itu bila di Jakarta ibarat kawasan Menteng. Istana dinasti Pahlevi terdapat di sebuah bukit seperti Kebun Raya Bogor. Suhunya sejuk dan sekelilingnya hutan platenau. Berdiri paling depan adalah Istana Mohammad Reza atau Reza Pahlevi dan Ratu Farrah Diba. Bangunan berwarna putih ini mirip dengan istana di Jakarta atau di tempat lain. Seluruh barang masih asli dan ketika Pahlevi terusir dari negerinya karena Revolusi Islam Iran, konon tak satupun barang berharga itu sempat ia bawa, termasuk pohon kurma dengan buah dari emas murni.


Ruangan-ruangan di dalam istana terdiri atas ruang tamu, ruang jamuan, ruang makan, kamar tidur raja, kamar tidur ratu, ruang kerja, ruang tunggu dan ada satu ruangan yang mirip dengan ruangan bola biliar yang tampak temaram. Semua ruangan berisikan barang furnitur yang megah dan tak sedikit terbuat dari emas murni. Tirai, kain penutup tempat tidur, gelas, piring didatangkan dari tempat-tempat terbaik di Eropa. Langit-langit ruangan dihias dengan lukisan kepahlawanan Rustam, pahlawan bangsa Persia. Hanya karpet tampaknya yang asli Iran.

''Ini menunjukkan bahwa karpet Iran adalah yang terbaik di dunia karena dari semua barang mahal di sini yang dikoleksi Mohammad Reza dan istrinya Ratu Farah Diba, hanya karpet yang asli Iran,'' kata Saeed Hajihadi, tourleader kami berseloroh. Untuk menunjukkan bahwa ini adalah istana raja, maka gembok dan gagang pintu pun terbuat dari warna emas dan diberi cap kerajaan berupa gambar mahkota.


Dari Istana Mohammad Reza kami harus menaiki bus untuk mencapai istana Reza Shah, ayah Mohammad Reza. Istana Reza Shah berwarna kehijauan. Di depannya ada kolam air mancur besar. Hampir semua bangunan umum dan istana di Iran memiliki kolam pada bagian depan. Keindahan istana dapat tercermin dari kolam besar di depannya.


Untuk memasuki istana, kita harus mengalasi kaki dengan sepatu kain yang disiapkan pengelola museum. Istana Reza Shah jauh lebih artistik dari istana anaknya. Ornamen mozaik dan potongan cermin kecil-kecil berbentuk segi tiga dan segi lima dengan diameter 2,5-5 cm yang disusun sedemikian rupa menampilkan kemegahan hampir di semua ruangan.

Dari istana, kami beranjak makan siang ke kaki Gunung Albroz. Di kawasan ini, banyak restoran terbuka (open air) dan penjual manisan aneka berry di tepi jalan. Gagis-gadis dan anak muda Iran yang berkulit putih, beralis lengkung hitam, dan bermata bagus menghabiskan waktu libur di tempat ini. Mereka berjalan sembari mencicipi manisan berry yang berwarna merah, hitam serta manisan buah lainnya.

Di kaki gunung ini, terdapat cable car untuk melihat pemandangan gunung. Suasana cukup ramai terlebih pada hari libur. Hampir saja kami tak mendapat tempat. Kami sempat singgah di Grand Bazaar membeli pir, cherry, dan plum untuk bekal di perjalanan. Berkebalikan dengan Istana Pahlevi adalah rumah Ayatullah Ruhullah Imam Khomeini. Berada juga di daerah yang berudara dingin, rumah Ayatullah kini juga jadi museum yang dikunjungi banyak wisatawan lokal dan internasional. Hanya sebuah kamar berukuran sekitar 3x4 meter di pojok huseiniyah atau madrasah dan masjid yang hingga kini tampak belum rapi. Di kamar itu terdapat satu buah sofa mungil tempat Ayatullah tidur dan menerima semua tamu kenegaraan. Presiden, perdana menteri, pemimpin agama Katolik dan Kristen Ortodoks pernah berjumpa Khomeini di rumah mungil ini.

Dengan kebersahajaanya, Khomeini telah menjadi pahlawan Iran yang fotonya terpampang di semua tempat baik hotel, kantor pemerintah, dan rumah-rumah penduduk Iran. Di huseiniyah, terdapat podium tempat dulu Ayatullah sering berpidato. Kursi dan meja ditutupi kain putih dan diberi bunga.


Kini, tak satu pun orang berani duduk di situ bahkan para presiden dan pemimpin spiritual Iran. Itu menjadi pertanda bahwa posisi ayatullah di mata rakyat Iran tak tergantikan. Di lantai bawah masjid terdapat perpustakaan dan galeri tempat menyimpan barang dan foto Imam Khomeini selagi hidup.


Sebagai pahlawan yang membebaskan Iran dari tirani klan Pahlevi, maka Imam Khomeini mendapat tempat tersendiri di hati bangsa Iran saat ini. Bahkan, makamnya juga menjadi kompleks yang dikunjungi ratusan ribu warga Iran setiap tahun. Berada di daerah yang panas, city of Rei, makam Imam Khomeini, sebetulnya berada di daerah pemakaman umum. Tempat itu adalah tempat pertama kali Imam Khomeini berpidato sekembalinya dari Prancis. Saat itu, pidatonya dihadiri sekitar 2,5 juta penduduk Iran. Di situ, ia pertama kali datang dari pengasingan dan di situ pula ia dimakamkan. Rencananya, kompleks pemakaman ini akan dilengkapi masjid, universitas, perpustakaan, dan fasilitas lainnya. Tapi, pembangunan belum rampung. Di halaman, ribuan orang dari luar kota berkumpul, menggelar tenda, dan memasak di lapangan.


Qom, Nathans, dan Kasyan

Di mata orang Indonesia, Iran identik dengan Qom. Kota tandus gersang itu adalah penghasil ulama besar di Iran, termasuk Imam Khomeini. Juga salah satu penghasil karpet terbaik di Iran. Pada musim panas, Qom terlihat makin putih. Kami harus berganti dengan bus lokal (bus sekolah) untuk menjangkau Qom.


Sayang, karena kami datang pada hari Jumat, kami hanya sempat memasuki halaman masjid di mana terdapat makam Fatimah al Maksumiyeh, puteri Imam Musa Kazim yang meninggal karena sakit dalam perjalanan menjumpai kakaknya Imam Ridha. Untuk memasuki kompleks, saya dipinjamkan chador, sejenis kain panjang yang dipakai dari kepala hingga kaki. Di Iran, chador wajib dikenakan jika kita mengunjungi tempat khusus.


Dari Qom kami menuju Kasyan. Di kota kecil ini, terdapat madrasah dan masjid yang dibangun untuk mengenang jasa Maulana Malik Ibrahim Kasyan yang pergi berdakwah dan meninggal di Asia Tenggara. Masjid ini sekarang menjadi Madrasah Agabozorgh. Kami sempat mengait-ngaitkan apakah Maulana Malik yang disebut ini adalah ulama yang masuk lewat Aceh dan menyebarkan Islam ke Indonesia.


Dari Kasyan, kami menuju Nathans, sebuah masjid tempat belajar para wali dengan guru Sheikh Abdussamad. Masjid yang dibangun dengan kubah kerucut bukan bulat ini dialiri sungai di bawah tanah. Airnya menyembul ke permukaan tepat di tengah masjid dan digunakan untuk wudhu. Di sungai itu juga terdapat ikan khusus. Keberadaan ikan menjadi inspirasi ornamen keramik buatan seniman lokal dan keturunannya. Di masjid itu, kami disuguhi warisan berupa perpaduan seni, matematika, dan kehidupan sufistik. siti darojah

Daur Hidrologi

daur-air

Air di atmosfer berada dalam bentuk uap air. Uap air berasal dari air di daratan dan laut yang menguap karena panas cahaya matahari. Sebagian besar uap air di atmosfer berasal dari laut karena laut mencapai tigaperempat luas permukaan bumi. Uap air di atmosfer terkondensasi menjadi awan yang turun ke daratan dan laut dalam bentuk hujan. Air hujan di daratan masuk ke dalam tanah membentuk air permukaan tanah dan air tanah.

Tumbuhan darat menyerap air yang ada di dalam tanah. Dalam tubuh tumbuhan air mengalir melalui suatu pembuluh. Kemudian melalui tranpirasi uap air dilepaskan oleh tumbuhan ke atmosfer. Transpirasi oleh tumbuhan mencakup 90% penguapan pada ekosistem darat.

Hewan memperoleh air langsung dari air permukaan serta dari tumbuhan dan hewan yang dimakan, sedangkan manusia menggunakan sekitar seperempat air tanah. Sebagian air keluar dari tubuh hewan dan manusia sebagai urin dan keringat.

Air tanah dan air permukaan sebagian mengalir ke sungai, kemudian ke danau dan ke laut. Siklus ini di sebut Siklus Panjang. Sedangkan siklus yang dimulai dengan proses Transpirasi dan Evapotranspirasi dari air yang terdapat di permukaan bumi, lalu diikuti oleh Presipitasi atau turunnya air ke permukaan bumi disebut Siklus Pendek.

 

 

 

Daur Karbon dan Oksigen

daur-karbon

Proses timbal balik fotosintesis dan respirasi seluler bertanggung jawab atas perubahan dan pergerakan utama karbon. Naik turunnya CO2 dan O2 atsmosfer secara musiman disebabkan oleh penurunan aktivitas Fotosintetik. Dalam skala global kembalinya CO2 dan O2 ke atmosfer melalui respirasi hampir menyeimbangkan pengeluarannya melalui fotosintesis.

Akan tetapi pembakaran kayu dan bahan bakar fosil menambahkan lebih banyak lagi CO2 ke atmosfir. Sebagai akibatnya jumlah CO2 di atmosfer meningkat. CO2 dan O2 atmosfer juga berpindah masuk ke dalam dan ke luar sistem akuatik, dimana CO2 dan O2 terlibat dalam suatu keseimbangan dinamis dengan bentuk bahan anorganik lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

Daur Nitrogen

daur-nitrogen

Di alam, Nitrogen terdapat dalam bentuk senyawa organik seperti urea, protein, dan asam nukleat atau sebagai senyawa anorganik seperti ammonia, nitrit, dan nitrat.

Tahap pertama

Daur nitrogen adalah transfer nitrogen dari atmosfir ke dalam tanah. Selain air hujan yang membawa sejumlah nitrogen, penambahan nitrogen ke dalam tanah terjadi melalui proses fiksasi nitrogen. Fiksasi nitrogen secara biologis dapat dilakukan oleh bakteri Rhizobium yang bersimbiosis dengan polong-polongan, bakteri Azotobacter dan Clostridium. Selain itu ganggang hijau biru dalam air juga memiliki kemampuan memfiksasi nitrogen.

Tahap kedua

Nitrat yang di hasilkan oleh fiksasi biologis digunakan oleh produsen (tumbuhan) diubah menjadi molekul protein.

Selanjutnya jika tumbuhan atau hewan mati, mahluk pengurai merombaknya menjadi gas amoniak (NH3) dan garam ammonium yang larut dalam air (NH4+). Proses ini disebut dengan amonifikasi. Bakteri Nitrosomonas mengubah amoniak dan senyawa ammonium menjadi nitrat oleh Nitrobacter. Apabila oksigen dalam tanah terbatas, nitrat dengan cepat ditransformasikan menjadi gas nitrogen atau oksida nitrogen oleh proses yang disebut denitrifikasi.

 

 

Daur Belerang (Sulfur)

daur-belerang

Sulfur terdapat dalam bentuk sulfat anorganik. Sulfur direduksi oleh bakteri menjadi sulfida dan kadang-kadang terdapat dalam bentuk sulfur dioksida atau hidrogen sulfida. Hidrogen sulfida ini seringkali mematikan mahluk hidup di perairan dan pada umumnya dihasilkan dari penguraian bahan organik yang mati.

Tumbuhan menyerap sulfur dalam bentuk sulfat (SO4).

Perpindahan sulfat terjadi melalui proses rantai makanan, lalu semua mahluk hidup mati dan akan diuraikan komponen organiknya oleh bakteri. Beberapa jenis bakteri terlibat dalam daur sulfur, antara lain Desulfomaculum dan Desulfibrio yang akan mereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida (H2S). Kemudian H2S digunakan bakteri fotoautotrof anaerob seperti Chromatium dan melepaskan sulfur dan oksigen. Sulfur di oksidasi menjadi sulfat oleh bakteri kemolitotrof seperti Thiobacillus.

Daur Posfor

Posfor merupakan elemen penting dalam kehidupan karena semua makhluk hidup membutuhkan posfor dalam bentuk ATP (Adenosin Tri Fosfat), sebagai sumber energi untuk metabolisme sel.

Posfor terdapat di alam dalam bentuk ion fosfat (PO43-). Ion Fosfat terdapat dalam bebatuan. Adanya peristiwa erosi dan pelapukan menyebabkan fosfat terbawa menuju sungai hingga laut membentuk sedimen. Adanya pergerakan dasar bumi menyebabkan sedimen yang mengandung fosfat muncul ke permukaan. Di darat tumbuhan mengambil fosfat yang terlarut dalam air tanah

Herbivora mendapatkan fosfat dari tumbuhan yang dimakannya dan karnivora mendapatkan fosfat dari herbivora yang dimakannya. Seluruh hewan mengeluarkan fosfat melalui urin dan feses.

Bakteri dan jamur mengurai bahan-bahan anorganik di dalam tanah lalu melepaskan pospor kemudian diambil oleh tumbuhan.

Kamis, 05 November 2009

recount

RECOUNT

a. Purpose (tujuan)

Retell the reader a past event or what happened. (menceritakan kembali tentang masa lampau atau apa yang telah terjadi)

b. Generic Structure

- Orientation

Provides the setting (when & where) and introduces participant.

memberikan tampilan (kapan & dimana) dan memperkenalkan tokoh (siapa)

- Events

Tell what happened in temporal sequence (menceritakan apa yang telah terjadi pada rangkaian waktu)

- Re orientation

Closure of events (ex : Comments or conclusions)

Adanya kejadian penutup (contohnya komentar atau kesimpulan).

c. Language Features

- Focus on individual participants, ex: use the word “I” or “We”.

(terfokus pada tokoh-tokoh pribadi, misalnya menggunakan kata-kata I atau We.

- Use the words which indicated when (ex: after lunch) and where the events took place (ex: in the garden, in a restaurant, etc).

(menggunakan kata-kata mengindikasikan when/kapan, misalnya; setelah makan siang, dan dimana tempat kejadian, misalnya dikebun, direstoran, dll.

- Use temporal sequence ex: one day, next, then, before, finally, etc.

(menggunakan tempo waktu, seperti: suatu hari, kemudian, sebelum, terakhir, dll.

- Written in the past tense, ex: had, visited.

(ditulis dalam bentuk past tense)

The Example of Recount:

GOING TO THE BEACH

Last week Mr. Rahmat, his wife and first children had a picnic. They went to Sanur beach and Kuta beach. They left by car at four in the afternoon. Mr. rahmat drove his car carefully. They came to Sanur at six in the evening. Then they went to a motel near sanur beach. They spent the night in the motel.

The next day they went to sanur beach. They went to Sanur the beach. They when there on foot because the motel isn’t more than a kilo meter from the beach. They started early in the morning because they wanted to see the rising sun. after the sun rose, they enjoyed other activities. Mr. rahmat and his wife looked at a tourist painting in a small gallery. They children, andi and dewi enjoyed a boat. They were glad because they never do it before. At ten o’clock they went back to the motel. They stayed and had lunch there.

At four afternoon, they started to go to Kuta beach. They went there by their car. Then they walked along the seashore. They looked some foreign tourists activities there. Some of them lay on the sand, had massage, rode motorcycles , and the others had surfing. Andi and dewi enjoyed very much. They also played in the water and swam. They spent two hours in Kuta beach.

PERGI KE PANTAI

Minggu lalu, tuan Rahmat, Istrinya dan anak-anaknya pergi piknik. Mereka pergi ke pantai Sanur dan Pantai Kuta. Mereka pergi dengan mobil pada pukul 4 sore. Tuan Rahmat menyupir mobilnya dengan hati-hati. Mereka sampai di Sanur pada pukul 6 malam. Kemudian mereka pergi ke hotel didekat pantai sanur. Mereka menghabiskan/melewati malam di hotel.

Kesokan harinya mereka pergi ke pantai Sanur. Mereka pergi kesana berjalan kaki Karena letak hotel tidak lebih dari satu kilo meter dari pantai. Mereka pergi lebih awal dari pagi hari kerena ingin melihat matahari terbit. Setelah matahari terbit mereka menikmati kegiatan lainnya.

Tuan Rahmat dan istrinya melihat sebuah lukisan asing di sebuah galleri kecil anak-anak mereka, Andi dan Dewi menikmati naik boat. Meraka gembira/senang karena mereka tidak pernah melakukan sebelumnya. Pada pukul 10. Mereka pulang kembali ke hotel.Mereka tinggal dan makan siang disana.

Pada pukul 4 sore, mereka pergi ke pantai kute. Mereka pergi ke sana dengan mobil mereka. Kemudian mereka berjalan sepanjang pantai. Mereka beberapa kegiatan turis asing disana. Beberapa dari mereka berbaring di pasir, mengendarai sepeda motor, dan yang lainnya berselancar. Andi dan Dewi sangat meikmatinya mereka juga bermain air dan berenang. Mereka menghabiskan waktu 2 jam di pantai kuta.

Sabtu, 13 Juni 2009

instrumen buatan ( IB )

Pengertian :
IB / Instrumen Buatan adalah artificial insemination / AL. merupakan tingkat teknologi pertama dalam ilmu reproduksi ternak dan merupakan cara yang paling tepat, cepat, dalam menyebar luaskan bibit unggul disuatu wilayah dengan jalan meningkatkan pemakaian pejantan untuk perkawinan.
Penggunaan teknologi IB di Indonesia dimulai sejak tahun 1952, pada hakekatnya IB merupakan suatu kegiatan pemasukan sperma (semen) kedalam saluran kelamin betina dengan menggunakan peralatan buatan manusia dengan tujuan untuk memperoleh kebuntingan dalam usaha meningkatkan efisiensi

Keuntungan IB dibandingkan dengan kawin alam adalah sebagai:
1) Peningkatan mutu genetic lebih cepat dengan daya reproduksi yang tinggi dari turunannya
2) Dapat meningaktkan pemakaian pejantan yang berkualitas baik
3) Di ongkos lebih murah
4) Meransang peternak untuk membuat catatan (recording) seperti tentang kemampuan reproduksi ternaknya.
5) Penggunaan pejantan lebih sedikit, maka kesempatan untuk seleksi menjadi lebih baik.

Kerugiannya
Sebenarnya bukan merupakan kerugian tetapi lebih bersifat batasan (limitan)
1) diperlukan petugas teknik IB yang terlatih baik untuk melaksanakan semen, pemeriksaan, pengobatan, pengiriman dan IB pada sapi betina.
2) Pemeriksaan semen yang kurang teliti dapat menyebabkan penyebaran penyakit
3) Recording yang kurang baik, menyebarkan sifat-sifat genetic yang buruk pada turunannya.
4) Inseminasi intra uterus pada sapi yang sedang gravid dapat menyebabkan abortus.
5) Pelaksanaan / deposisi sperma yang salah dapat menyebabkan endometritis pada sapi.

Syarat-syarat untuk menjadi ternak ekspor IB:
1) umur sapi minimal 2 tahun
2) skor kondisi tubuh diatas 3
3) ternak sehat secara fisik
4) ternak memiliki birhi normal
5) berat hidup diperkirakan 7260 Kg
6) sapi tidak dalam keadaan bunting

Peralatan-peralatan yang digunakan untuk IB
1) Insemination gun atau pistolet
2) Plastik sheet atau selubung plastic
3) Pinset atau penjepit
4) Gunting
5) Tissue

Langkah-langkahnya:
Pelaksanaan IB dilakukan dengan metode rectovaginal, dengan prosedur sebagai berikut:
1) Ekor dipegang keatas atau diangkat, jari-jari inseminator dikuncupkan dan dimasukan kedalam rectum secara perlahan-lahan, menghindari stress yang mungkin terjadi kontraksi dari rectum dapat ditanggulangi dengan membuka dan menutupkan jari-jari tangan didalam rectum.
2) Usahakan menemukan lokasi rectum, sementara IB-gun siap di gigit di mulut inseminator.
3) Bibir vulva dibersihkan dengan tissue sebelum IB-gun dimasukan untuk mencegah kontaminasi vulva dengan kotoran dari kulit.
4) Setelah melewati daerah vulva, IB-gun diarahkan keatas untuk menghindari masuk ke lubang urethra, setelah menemukan lubang vagina, arah IB-gun diubah menjadi mendatar
5) Endorong IB-gun perlahan sambil manipulasi ceruit yang dipegang dengan tangan kiri ke atas, kebawah, atau kesamping kiri-kanan.
6) Semen di depositkan pada saat melampaui lipatan ketiga pada corpus uleri, bila terjadi kesulitan pada waktu melalui lipatan ceruix, maka dapat dilakukan penekanan ceruix kedepan.
7) Menghindari pelaksanaan IB secara kasar, karena hal tersebut dapat menyebabkan pelepasan hormone odrenalin oleh uterus dan menyebabkan kegagalan pebuahan. Penanganan yang halus dapat menstimulasi pelepasan hormone oxytocin yang mendorong keberhasilan pembuahan.
8) Pelaksanaan IB untuk setiap ekor sapi max tiga kali. Bagi sapi akseptor yang tidak menunjukan tanda-tanda positif bunting setelah 3 kali inseminasi akan diteliti secara kusus khusus.

Perlu diingat
• Alat untuk melakuan IB namanya = (gun)
• Bibit/sperma pejantan yang sudah dibekukan nmanya = (strow)
Warna strow bermacam-macam, tergantung dengan kegunaan : (ukuran P = ± 7,5 – 10 cm)
- Oren = untuk sapi Bali
- Hijau = untuk sapi Brangus
- Putih = untuk sapi Simental
- Biru = untuk sapi Brahman
- Merah = untuk sapi Limosin
• Lama kebuntingan sapi yang melakukan IB adalah 28 – 285 ( ± 9 bulan 10 hari)
• Birahi adalah suatu fase/waktu dimana hewan bersedia di pe
• Siklus birahi adalah jarak antara saat birahi yang satu dengan berikutnya.

kulture shock

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Istilah Culture Shock atau gegar budaya pertama kali diperkenalkan oleh seorang peneliti bernama kalvero Oberg pada tahun 1958. ia menemukan fakta bahwa setiap manusia yang bepergian dan hidup disuatu Negara atau daerah dengan kebiasaan masyarakat yang berbeda dengan kebiasaan masyarkat ditempat tinggal asalnya, akan mengalami perasaan “Gegar Budaya”.

B. Tujuan pembatasan
Memberikan pengetahuan bagi pembaca bahwa jika ingin bepergian ke luar kota / Negara yang belum pernah dikunjungi, hendaknya pelajarilah dulu sebanyak-banyaknya kebudayaan yang akan dikunjungi tersebut.

C. Ruang Lingkup / Pembatasan Masalah
Culture Shock atau Gegar Budaya adalah sebuah penyakit yang diakibatkan jika bepergian jauh dan berbeda dari tempat asalnya.
ISI

A. Pengertian
Culture Shock atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan “Gegar Budaya” adalah istilah Psikologis untuk menggambarkan keadaan dan perasaan seseorang menghadapi kondisi lingkungan social dan budaya yang berbeda.
Penting bagi kita untuk mengetahui bahwa Culture Shock pastinya terjadi pada setiap orang yang bepergian keluar negeri atau ke wilayah yang jauh dari tempat tinggal. Namun beberapa orang menampakan reaksi-reaksi yang lebih dasyat, terhadap situasi lingkungan yang berbeda disekitarnya.


Peyebab Culture Shock

Ketika seseorang bepergian keluar negeri ia menjadi bak “Ikan keluar dari dalam air” kenapa begitu? Karena, ketika kita berada dinegeri sendiri,kita tidak terlalu menyadari kebudayaan yang telah membesarkan kita.
Bagai mana cara kita berbicara, berjalan, menggunakan istilah-istilah tertentu, isyarat atau mimic muka tertentu, sudah menjadi kebiasaan dan telah melekat dalam otak kita, menempel dalam perilaku kita sehari-hari.
Lantas, ketika kita memasuki sebuah daerah dengan kebudayaan yang baru, kita tidak tahu isyarat serta kebiasaan yang diterapkan oleh masyarakat didalam daerah tersebut. Semuanya benar-benar serba berbeda, tidak hanya bahasa , isyarat atau peraturan yang berlaku, namun juga hal-hal kecil seperti bagaimana cara makan dan minum. Bagaimana cara menggunakan fasilitas umum seperti toilet atau alat transportasi, bagaimana cara menonton film di bioskop dan lain sebagainya.

“Gejala-gejala Culture Shock atau Gegar Budaya”

Yaitu gejala-gejalanya mirip dengan gejala depresi seperti dibawah ini:
• Merasa sedih dan sendiri / terasingkan
• Tempramen cepat berubah, merasa sering goya dan tidak berubah, merasa sering goya dan tak berdaya
• Terkadang disertai masalah kesehatan, seperti demam, flu dan diare.
• Sering merasa marah, kesal dan tidak mau berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya.
• Suka mengkait-kaitkan dengan kebudayaan di Negara / daerah asal dan bahkan menganggap Negara asal lebih baik.
• Merasa kehilangan identitas / cirri-ciri pribadi
• Berusaha keras menyerap dan memahami semua kebiasaan yang ada dinegara barunya.
• Menjadi kurang percaya diri
• Membentuk suatu stereotip (pencitraan yang buruk) terhadap kebudayaan baru.

Fase-fase Culture Shock

Para ahli Psikologi menggambarkan empat tahapan yang dialami seseorang ketika menghadapi “Gegar Budaya” yatu sebagai berikut:
1. Fase Bulan Madu
Ketika seseorang mengijakan kakinya disuatu daerah asing, pertama-tama semua nampak berjalan mulus dan menyenangkan. Ia merasa gembira menemukan hal-halbaru ditengah menikmati gaya hidup dinegara barunya.

2. Fase Penolakan
Si pendatang mulai harus berurusan dengan masalah-masalah kecil seperti transportasi (jadwal bis yang ngaret atau malah terlalu on time?), belanja kebutuhan (nggak bias beli makanan favorit karena memang nggak ada), atau masalah komunikasi dengan masyarakat setempat. Nah pada fase inilah si pedatang mulai sering mengeluhkan hal-hal kecil didaerah barunya, fase ini juga yang paling penting untuk dikenali karena disinilah sipendatang mulai merasakan adanya “Krisis” dalam dirinya. Ia mulai menjelek-jelekkan daerah barunya, dan hanya bias melihat kekurangan-kekurangan yang ada.

3. Fase Konformis
Pada fase inilah pendatang mulai memahami kebudayaan barunya, nilai-nilai moral yang berlaku serta apa yang menjadi panutan masyarakat disekitarnya. Krisis didalam dirinya telah berlalu ketika ia mulai dapat bertoleransi dengan perbedaan-perbedaar yang ada. Pada tahap inilah si pendatang secara 90% telah beradaptasi dengan lingkungan barunya.

4. Fase Asimilasi
Pada fase ini pendatang sudah bias menerima kebiasaan adapt, pola piker, bahkan makanan dan minuman di Negara barunya. Disinilah si pendatang berfikir bahwa tidak ada hal yang lebih baik atau kurang baik. Tetapi hanya “berbeda”. Bahwa ketika pulang kedaerah asalnya, ia mulai merindukan daerah yang pernah ditinggalinya dan selalu mengenang setiap peristiwa yang didalamnya untuk seumur hidup.

Cara Mengatasi Culture Shock

Ketika memustuskan akan bepergian keluar negeri atau ke suatu daerah, hendaknya pelajarilah sebanyak-banyaknya kebudayaan yang akan dihadapi melalui buku-buku brosur, informasi dari kedutaan setempat dan sebagainya. Bahkan kalau bias mencicipi makanan khas Negara atau daerah tersebut, dan mengikuti kursus bahasa sebelu berangkat.
Selain itu, ada beberapa tips atau cara lainnya se[perti berikut ini:
• Bersikaplah terbuka dan mempersiapkan diri terhadap hal-hal baru.
• Jangan terlalu cepat mengkeritik, mengeluh, menjudge kebiasaan yang berlaku dinegara atau daerah tujuan, apalagi membandingkan dengan Negara asal, karena nggak kan bakal ada habisnya dech….!
• Kembangkan hobimu. Itu penting karena untuk mengusir rasa jenuh dan stress dalam diri kita.

sejarah kembang harum

Sejarah Asal Usul Desa Kembang Harum

Pada tahun 1942, Belanda masih menjajah di Indonesia termasuk di sebuah daerah pedesaan yang bernama Linggarjati. Konon nama Linggarjati dibuat oleh suatu perusahaan Belanda yang beroprasi di daerah itu. Desa Linggarjati dipimpin oleh seorang kepala desa yang bernama Mandor Harjo.

Selang beberapa tahun nama Linggarjati berubah menjadi Tanah Busuk. Menurut cerita desa tersebut dinamakan Tanah Busuk dikarenakan tanahnya memang berbau, tetapi sangat subur, sehingga ketika Jepang menginjaki kakinya disana, dibuatlah sebagian tanah didesa tersebut perkebunan sayur – sayuran. Kemudian lahirlah nama daerah “Kebun Sayur”. Masyarakat sekitarlah yang menjadi karyawan disana, dan dibawah pengawasan tentara HEIHO.

Desa tanah busuk dipimpin oleh seorang kepala desa yang bernama Towi Kromo. Towi Kromo adalah seorang yang gemar bertani dan menanam bunga. Dibawah kepemimpinan Towi Kromo nama desa berubah lagi diadakanlah musyawarah tentang perubahan nama desa yang akan di pakai. Towi Kromo mengusulkan sebuah nama yaitu “Kembang Harum”. Yang artinya bunga yang wangi. Aspirasi beliau ini dikarenakan beliau suka menanam bunga, dan dirasa nama Kembang Harum lebih tinggi kesannya dibandingkan Tanah Busuk.

Oleh masyarakat nama itu disepakati dan digunakan sampai sekarang.

Rabu, 20 Mei 2009

tanaman kalian

PENGARUH PERTUMBUHAN TANAMAN KAILAN

DI TANAH GAMBUT

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kailan merupakan salah satu jenis sayuran yang populer di Indonesia. Kailan mempunyai rasa yang enak dan renyah, kailan juga merupakan sumer makanan sumber makanan yang bergizi banyak mengandung vitamin dan mineral. Kailan yang segar mengandung air, protein, lemak, kalsium dan vitamin A. (Tyndall, 1986:70).

Kailan manfaat bagi kesehatan manusia karena dapat membantu pencernaan, menetralkan zat asam dan mencegah penyakit sariawan. (Arif, 1990:82).

Permintaan pasar untuk ekspor kailan cukup besar yakni 72 ton pertahun sementara Riau hanya mampu menyediakan 25 ton pertahun. Rendahnya produk kailan disebabkan oleh beberapa hambatan antara lain kurangnya penerapan panca usaha tani yakni penggunaan varietas unggul, pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit.

Karena ketersediaan tanah yang subur dan potensial untuk pertanian sekarang semakin berkurang akibat dari alih fungsilahan sehingga penggunaan tanah alluvial menjadi alternatif untuk digunakan tanah alluvial/gambut merupakan tanah yang terbentuk dari endapan baru yang ketebalannya berbeda-beda, kandungan bahan organik beragam sesuai dengan bahan endapan sehingga tingkat kesuburannyapun akan ditentukan oleh bahan endapan yang membentuknya.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

  1. Bagaimana proses pertumbuhan tanaman kailan di tanah gambut.
  2. Bagaimana tingkat kesuburan tanaman kailan

C. Tujuan

Sesuai dengan permasalahan diatas, tujuan yang dicapai dalam pencetusan ini adalah:

  1. Untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan tanaman kailan ditanah gambut.
  2. mendeskripsikan pengaruh pertumbuhan tanaman kalian di tanah gambut.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut:

  1. Bagi petani, penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk bercocok tanam.
  2. Bagi tenaga penyuluh, penelitian ini dapat dijadikan bahan dan memberikan penyuluhan kepada para petani.
  3. Bagi peneliti, penelitian ini dapat dijadikan kajian awal untuk melakukan penelitian lanjutan.

BAB II

LANDASAN TEORI

Kalian bahasa latin (Brassica al boglabra) berasal dari Negeri Cina, dan mulai dikenal diindonesia pada abad ke 17, sistem matika botani tanaman kailan termasuk dalam dinisio: supermatophyta Sub Divisio: Anglosperemae, kelas dicotyledoneae, ordo:Rhodales, famili: Cruciferae, genus: Brassica, dan spesies Brassica al boglabra (anonimous, 2002: 25)

Kailan mempunyai daun berbentuk bulat, bewarna hijau kebiru-biruan, batang bulat, sedikit agak luas dibandingkan sawi lain, setiap batang mempunyai tangkal, daun dan helaian daun, kalian dapat menghasilkan bung namun bunga ini tidak dapat dimakan seperti kol. Bunga kalian tumbuh pada ujung batang utama, tetapi diatas pangkal daun dan bunganya bewarna putih.

Menurut Tyndall (1986:79) kailan merupakan sayuran yang mempunyai nilai gizi yang cukup, baik untuk dikonsumsi sehari-hari. Kailan dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang gembur dan kaya akan bahan organik. Kailan dapat tumbuh pada dataran rendah.

Tanah alluvial adalah jenis tanah yang sering dijumpai didataran rendah disepanjang aliran sungai, rawa, air tawar, dan sepanjang lembah-lembah aliran sungai dipegunungan.

Ciri tanah alluvial yaitu bagian terbesar bahan kasur akan diendapkan tidak jauh dari sumbernya.

Tanah alluvial merupakan tumpukan bahan organik yang berasal dari sisa-sisa tanaman yang sudah lapuk lama dan selalu tergenang (rawa) (Muktamar, 1993: 18) tanah ini mengandung bahan organik.

Menurut Soegiman (1982: 25) bentuk fisik tanah gambut adalah bewarna coklat hitam atau sangat hitam, sangat ringan kalau kering dan daya serap air tinggi.

BAB III

METODE PENELITIAN

Penenlitian ini dengan menggunakan metode eksperimen dengan cara setiap percobaan terdiri dari 4 tanaman kailan dan di tanam pada tanah gambut.

Sistematika Penelitian

Penulis membagi penyusunan karya ilmiah ini dalam beberapa bab dengan urutan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Perumusan Masalah

1.3 Tujuan

1.4 Manfaat Penelitian

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

1.1 Proses Pertumbuhan Tanaman Kailan di tanah Gambut

1.2 Tingkat Kesuburan Tanaman

BAB V PEMBAHASAN

BAB VI PENUTUP

1.1 Kesimpulan

1.2 Saran

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Proses Pertumbuhan Tanaman Kailan di tanah Gambut.

Sebelum kailan ditanam terlebih dahulu dilakukan persemaian yang dapat dilakukan dalam bak kecambah yang telah diisi tanah alluvial, sebelum disemai terlebih dahulu benih kailan direndam dengan air selama 15 menit, supaya benih cepat berkecambah. Setelah itu baru benih baru dapat disebar kemudian ditutup tanah. Setelah itu dilakukan penyiraman agar kelembaban tanah terjaga.

Setelah bibit kailan berusia 15 hari setelah semai dilakukan penanaman dengan cara dipindahkan bibit kailan ke polybag. Bibit dipilih dengan kriteria batang tumbuh tegak lurus, daun hijau segar, tidak terserang penyakit dan serangga.

Kemudian menanam kailan ini dilakukan pada sore hari karena sinar matahari tidak terlalu terik sehingga kemungkinan layu bibit dapat diatasi.

B. Tingkat Kesuburan tanaman

Setelah dilakukan pengamatan tingkat kesuburan taaman kailan semakin bagus

Untuk menjaga kesuburan tanaman kailan lebih dahulu harus dilakukan pemupukan, yang mana pemupukan dasar dilakuakan sehari sebelum bibit di tanam kedalam polybag, yaitu pupuk Urea, TSP dan KCL. Setelah diberi pupuk, penyiramanpun dilakukan sore hari. Penyiraman tidak dilakuakan pada hari hujan, penyiraman diberikan secukupnya untuk tamanan kailan.

Pengendalian hama dilakukan secara manual yaitu membunuh dan membuang hama yang menyerang daun tanaman kalian, setelah pembersihan hama dan gulma, pemanenan dapat dilakukan setelah tanaman berumur 35 hari setelah tanam dengan kriteria panen daun berukuran lebih kecil muai muncul pada bagian atas tanaman daun bagian bawah mulai menguning.

BAB V

PEMBAHASAN

Setelah dilakuakn pengamatan terhadap tanaman kailan ini pada umumnya dapat tumbuh baik pada tanah yang banyak mengandung humus dan subur contohnya seperti tanah gambut. Tanah ini memiliki banyak humus.

Pemakaian tanah gambut untuk menanam sayuran kalian telah membuktikan bahwa mampu memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman terutama membentukan butir hijau daun. Tanaman menjadi tumbuh dengan besar dan pada dasarnya tanaman kailan ini sangat digemari oleh banyak konsumen.

BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan

Ternyata menanam tanaman sayuran kailan pada tanah gambut ada pengaruhnya.

B. Saran

Perlu dilakukan penelitian lapangan tentang penggunaan tanah gambut untuk menanam tanaman kailan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonimous, 2002. Laporan Tahunan, Food Bex, Indonesia, pekanbaru

Arif, A. 1990. HORTIKULTURA. Andi Ofset, Jakarta

Muktmar, 2. 1993. Studi Potensi Lahan Gambut di Propinsi Bengkulu untuk Tanaman Semusin. Prosiding Seminar Nasional Gambut. HGI. Jakarta

Soegiman, 1982. Ilmu Tanah. Bharata Karya Aksara. Jakarta.

Tindal, 1983. Comercial Vegetable Crop . tata MC. Publishing Company. Ltd. New