Kamis, 02 April 2009

makalah

MAKALAH

MANAJEMEN PEMASARAN

PRODUK LIFE CYCLE


PEMBAHASAN

SIKLUS KEHIDUPAN BARANG (PRODUCT LIFE CYCLE)

Seperti hal nya manusia, barang juga memiliki siklus kehidupan/umur (life cycle). Pada tahap permulaan dalam perekonomian kt, barang-barang mempunyai siklus kehidupan yang relatif panjang. Sekarang perubahan corak kehidupan konsumen di kemajuan teknologi telah memperpendek siklus kehidupan sejumlah barang.

Siklus kehidupan barang ini terjadi atas 5 tahap yang berbeda-beda. Masing-masing tahap berbeda dalam lingkungan pemasaranyang berbeda pula.

Adapun bentuk kurva laba dari jenis barang tertentu dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

GAMBAR SIKLUS KEHIDUPAN BARANG

Dalam kenyataannya tidak semua barang-barang perusahaan selalu melewati ke 5 tahap. Namun tahap terakhir (tahap kemunduran) pada umumnya tidak dapat dihindari, karena:

- Kebutuhan akan barang tersebut sudah tak ada lagi

- Munculnya barang baru yang lebih baik dan lebih murah untuk kebutuhan yang sama (misalnya: plastik telah menggantikan kayu, logam dan kertas)

- Pesaing telah melaksanakan kegiatan pemasarannya dengan baik.

Sangat penting bagi manajemen untuk membagi siklus kehidupn barangnnya dalam beberapa tahap, karena lingkungan pesaing dan hasil program pemasaran masing-masing barang dapat berbeda-beda. Hal ini tergantung pada masing-masing tahap, sbb:

  • Tahap perkenalan (Introduction)
  • Tahap pertumbuhan (Growt)
  • Tahap kedewasaan (Maturity)
  • Tahap Kejenuhan (Saturation)
  • Tahap Kemunduran/menurun (Decline)

1) TAHAP PERKENALAN.

Pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang dijual pada umumnya barang baru (Betul-betul baru). Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya paeriklanan. Promosi dilakukan harus agresif dan menitik beratkan pada merk penjualan.

Contoh: mesin cuci tanpa menggunakan air, atau baru dalam bentuk atau modelnya seperti mobil.

2) TAHAP PERTUMBUHAN

Pada tahap ini, kurva penjualan dan kurva laba semakin meningkat dengan cepat karena permintaan sudah sangat meningkat, dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka promosi yang dilakukan perusahaan tidak se agresif tahap sebelumnya.

3) TAHAP KEDEWASAAN DAN KEJENUHAN

Pada tahap ini penjualan masih meningkat, dan laba pada berikutnya tetap. Dalam tahap-tahap kurva laba mulai menurun baik laba produsen maupun laba pada pengecer.

Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan usaha periklanan biasanya ,ulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan. Pada tahap kejenuhan, perusahaan sudah lebih banyak mempertimbangkan usaha periklanan peroduk baru.

4) TAHAP KEMUNDURAN

Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan/keusangan, dan harus diganti dengan barang yang baru. Pada tahap ini barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno.

Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti barang yang baru untuk perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu.

Alternatif-alternatif yang dapat dilakukan oleh menejeme pada saat penjualan menurun, antara lain:

a. Memoerbaharui barang (dalam arti fungsinya)

b. Mininjau kembali dan memperbaiki program pemasaran serta program produksinya agar lebih efisien.

c. Menghilangkan ukuran, warna dan model yang kurang baik.

d. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang ada.

e. Meninggalkan sama sekali barang tsb.

KEKUNOAAN YANG DIRENCANAKAN

Kekunoaan yang direncanakan ini ditujuakan untuk membuat suatu barang menjadi ketinggalan jaman, usang/basi, sehingga penggantian pasarnya akan semain meningakat. Adapun cara-cara yang termasuk dalam kekunoan ini adalah:

1) Kekunoaan teknologis/kekunoaan fungsional (Functional obsolescence).

Dapat diukur dengan standar teknis. Misalnya pemasangan transmisi otomatis pada mobil (Honda matic) akan menyebabkan kekunoaan teknologis pada mobil-mobil lama.

2) Kekunoan yang ditunda

Bila pengenalan teknologi baru atau perbaikan barang-barang produksi tidak dilakukan sampai permintaan pasar terhadap model lama menurun, maka akan terjadi kekunoan yang di tunda.

3) Kekunoan yang disengaja

Perusahaan akan membuat agar produknya hanya dapat digunakan sementara, strategi tersebut mengandung resiko dan dapat membahayakan nama perusahaan.

4) Kekunoan corak. (style obsolescence) / kekunoan mode (Psikologis)

Tujuan mengadakan kekunoan corak adalah untuk membuat orang merasa ketinggalan jaman apabila tetap menggunakan model yang lama. Karakteristik barang diubah sedemikian rupa, sehingga model baru tersebutmudah dibedakan dengan model yang lama.

CORAK & MODE

CORAK adalah : Suatu cara pembuatan/penyajian dalam berbagai seni, pekerjaan atau produk : juga dapat berarti cara bernyanyi, bermain atau bertingkahlaku

MODE adalah : beberapa corak yang sedang digemari dan dibeli secara luas oleh sekelompok masyarakat selama periode tertentu.

Contoh corak :

- Corak pada mobil ada corak sedan, station wagon.

- Corak pada pekaian renang aa corak bikini dan corak biasa

- Corak pada tarian ada corak jawa, Sumatra, bali

- Corak pada musik ada keroncong, pop, jazz, melayu, dangdut dsb.

Mode selalu didasarkan pada corak, tetapi setiap corak bukanlah mode. Sebelu corak ini diterimaatau digemari secara umum, tidak akan menjadi mode. Corak sifatnya tidak berubah-ubah sedangkan mode selalu berubah-ubah.

Adapun tahap-tahap yang ada dalam suklus mode yaitu:

  • Tahap perkenalan

Mula-mula mode diperkenalkan oleh seorang perancang pada kelompok yang terbatas, misalnya pada para hadirin dalam peragaan busana.

  • Tahap percobaan (Trial)

Kelompok lain seperti kelompok lain, produsen lain, dan konsumen yang berenghasilan lebih rendah menyadari akan adanya mode tersebut, menilainya dan mulai ikut mencobanya.

  • Tahap pengakuan umum

Dalam hal ini, suatu kelompok social dapat menerima mode tersebut dan menggunakannya. Sehingga produsen meningkatkan produksi dan harga yang lebih rendah.

  • Tahap kedewasaan

Ditandai dengan adanya pemintaan yang tetap terhadap mode tersebut.

  • Tahap kemunduran

Volume penjualan semakin menurun pada titik terendah.

Dengan mengetahui tahap-tahap dalam siklus mode, menejer pemasaran dapat mempertimbangkan kapan akan memasuki pasar secara besar-besaran dan kapan harus mengganti mode yang barudan perlu dipertimbangkan bahwa penjualan yang memasuki siklus mode pada tahap permulaan, akan mengetahui bahwa kemampuan mereka untuk mengidentifikasi serta mengadakan komunikasi dengan pembeli pertama merupakan kunci penting bagi hasilnya pemasaran suatu mode.


1 komentar:

  1. Artikel Bagus..
    Pada era perubahan sat ini, kesuksesan masa lalu hanyalah sebuah cerita dongeng, untuk mempertahankan kesuksesan itu diperlukan sebuah usaha perjuangan mengantisipasi perubahan. Harus diakui kompetisi saat ini sangat ketat dan kadang tidak dapat diprediksi sebelumnya.
    Sekedar ingin berbagi, barangkali bisa sedikit menambah referensi mengenai manajemen strategi perusahaan rokok di era perubahan.
    Klik --> MAKALAH MANAJEMEN STRATEGI ROKOK BENTOEL

    BalasHapus